Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i1.569Keywords:
Edukasi Seks, Batasan Diri, Remaja, Kesadaran DiriAbstract
Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk pelanggaran batasan diri dalam relasi interpersonal, yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman mengenai hak atas tubuh dan konsep persetujuan. Edukasi seks dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran batasan diri serta melindungi diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran edukasi seks dalam pembentukan kesadaran batasan diri pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang remaja yang pernah mengalami pelanggaran batasan pribadi dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non- partisipan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima edukasi seks, subjek memiliki pemahaman yang terbatas terkait batasan diri, hak atas tubuh, dan konsep persetujuan, sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan penolakan serta cenderung melakukan self-blaming terhadap pengalaman yang dialami. Setelah memperoleh edukasi seks yang komprehensif, subjek menunjukkan perubahan dalam memaknai pengalaman tersebut, dengan mampu mengenali peristiwa yang dialami sebagai bentuk pelanggaran batasan diri, bukan kesalahan pribadi. Edukasi seks berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan diri, pemahaman mengenai relasi interpersonal yang sehat, serta kesiapan untuk mencari dukungan ketika menghadapi situasi berisiko. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi seks tidak hanya berperan sebagai penyampaian informasi biologis, tetapi juga sebagai proses pembelajaran psikososial yang penting dalam membentuk kesadaran batasan diri dan mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.
References
Busetto, L., Wick, W., & Gumbinger, C. (2020). How to use and assess qualitative research methods. In Neurological Research and Practice (Vol. 2, Issue 1). BioMed Central Ltd. https://doi.org/10.1186/s42466-020-00059-z
Fathia, F., Bransyah, Z., & Zuliana. (2025). Urgensi Pendidikan Seks di Sekolah: Mencegah Bukan Mengajarkan. 3(3), 110–118. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i3.1662
Kågesten, A., & van Reeuwijk, M. (2021). Healthy sexuality development in adolescence: proposing a competency-based framework to inform programmes and research. In Sexual and Reproductive Health Matters (Vol. 29, Issue 1). Taylor and Francis Ltd. https://doi.org/10.1080/26410397.2021.1996116
Kim, E. J., Park, B., Kim, S. K., Park, M. J., Lee, J. Y., Jo, A. R., Kim, M. J., & Shin, H. N. (2023). A Meta-Analysis of the Effects of Comprehensive Sexuality Education Programs on Children and Adolescents. In Healthcare (Switzerland) (Vol. 11, Issue 18). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/healthcare11182511
Laili Qomariah, N., Poncorini Pamungkasari, E., & Retno Budihastuti, U. (2020). Determinants of Premarital Sex Behavior: Application of Theory of Planned Behavior and Social Cognitive Theory. Journal of Health Promotion and Behavior, 04, 272–283. https://doi.org/10.26911/thejhpb.2020.05.04.05
Lanus, E., Soetjiningsih, C. H., & Murti, H. A. S. (2024). Pengaruh Pendidikan Seksualitas Komprehensif dalam Meningkatkan Kontrol Diri Seksual Pada Remaja Perempuan. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 6(3). https://doi.org/10.51214/002024061164000
Nazarlin, N., Raffles, F., Martin, S. N., & Rahmi, I. (2024). Meretas Tabu: Efektivitas Psikoedukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Remaja. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 14(4), 883. https://doi.org/10.24127/gdn.v14i4.12242
Patty, F. U., Telepta, N., Mahu, S. A., Linenansera, V., & Hukubun, R. D. (2022). Sosialisasi Sex Education: Pentingnya Pengenalan Pendidikan Seks pada Remaja sebagai Upaya Meminimalisir Penyakit Menular Seksual. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 1(2), 225–231. https://doi.org/10.55123/abdikan.v1i2.293
Pratiwi, S. M., Gandana, G., & Qonita. (2024). Penting sex education untuk anak usia dini sebagai pencegahan pelecehan seksual. Journal Genta Mulia, 15(2), 269–275. https://ejournal.uncm.ac.id/index.php/gm/article/view/1065Punjani, N., & Hussain, A. (2025). Unspoken Sexuality: The Mental Health Impact of Missed Sex Conversations in Youth. In Adolescents (Vol. 5, Issue 4). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/adolescents5040079
Ragelienė, T. (2016). Links of Adolescents Identity Development and Relationship with Peers: A Systematic Literature Review. In Ragelienė J Can Acad Child Adolesc Psychiatry (Vol. 25, Issue 2).
Robert K. Yin. (2017). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eliza Agustina, Sahrul Layali , Helta Puspasari, Ghina Rizkirabbani Labibah , Sandra Adetya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JPSN berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JPSN.


















