Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus

Authors

  • Eliza Agustina Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Sahrul Layali Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Helta Puspasari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Ghina Rizkirabbani Labibah Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
  • Sandra Adetya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i1.569

Keywords:

Edukasi Seks, Batasan Diri, Remaja, Kesadaran Diri

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk pelanggaran batasan diri dalam relasi interpersonal, yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman mengenai hak atas tubuh dan konsep persetujuan. Edukasi seks dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran batasan diri serta melindungi diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran edukasi seks dalam pembentukan kesadaran batasan diri pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang remaja yang pernah mengalami pelanggaran batasan pribadi dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non- partisipan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima edukasi seks, subjek memiliki pemahaman yang terbatas terkait batasan diri, hak atas tubuh, dan konsep persetujuan, sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan penolakan serta cenderung melakukan self-blaming terhadap pengalaman yang dialami. Setelah memperoleh edukasi seks yang komprehensif, subjek menunjukkan perubahan dalam memaknai pengalaman tersebut, dengan mampu mengenali peristiwa yang dialami sebagai bentuk pelanggaran batasan diri, bukan kesalahan pribadi. Edukasi seks berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan diri, pemahaman mengenai relasi interpersonal yang sehat, serta kesiapan untuk mencari dukungan ketika menghadapi situasi berisiko. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi seks tidak hanya berperan sebagai penyampaian informasi biologis, tetapi juga sebagai proses pembelajaran psikososial yang penting dalam membentuk kesadaran batasan diri dan mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.

References

Busetto, L., Wick, W., & Gumbinger, C. (2020). How to use and assess qualitative research methods. In Neurological Research and Practice (Vol. 2, Issue 1). BioMed Central Ltd. https://doi.org/10.1186/s42466-020-00059-z

Fathia, F., Bransyah, Z., & Zuliana. (2025). Urgensi Pendidikan Seks di Sekolah: Mencegah Bukan Mengajarkan. 3(3), 110–118. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i3.1662

Kågesten, A., & van Reeuwijk, M. (2021). Healthy sexuality development in adolescence: proposing a competency-based framework to inform programmes and research. In Sexual and Reproductive Health Matters (Vol. 29, Issue 1). Taylor and Francis Ltd. https://doi.org/10.1080/26410397.2021.1996116

Kim, E. J., Park, B., Kim, S. K., Park, M. J., Lee, J. Y., Jo, A. R., Kim, M. J., & Shin, H. N. (2023). A Meta-Analysis of the Effects of Comprehensive Sexuality Education Programs on Children and Adolescents. In Healthcare (Switzerland) (Vol. 11, Issue 18). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/healthcare11182511

Laili Qomariah, N., Poncorini Pamungkasari, E., & Retno Budihastuti, U. (2020). Determinants of Premarital Sex Behavior: Application of Theory of Planned Behavior and Social Cognitive Theory. Journal of Health Promotion and Behavior, 04, 272–283. https://doi.org/10.26911/thejhpb.2020.05.04.05

Lanus, E., Soetjiningsih, C. H., & Murti, H. A. S. (2024). Pengaruh Pendidikan Seksualitas Komprehensif dalam Meningkatkan Kontrol Diri Seksual Pada Remaja Perempuan. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 6(3). https://doi.org/10.51214/002024061164000

Nazarlin, N., Raffles, F., Martin, S. N., & Rahmi, I. (2024). Meretas Tabu: Efektivitas Psikoedukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas Remaja. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 14(4), 883. https://doi.org/10.24127/gdn.v14i4.12242

Patty, F. U., Telepta, N., Mahu, S. A., Linenansera, V., & Hukubun, R. D. (2022). Sosialisasi Sex Education: Pentingnya Pengenalan Pendidikan Seks pada Remaja sebagai Upaya Meminimalisir Penyakit Menular Seksual. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 1(2), 225–231. https://doi.org/10.55123/abdikan.v1i2.293

Pratiwi, S. M., Gandana, G., & Qonita. (2024). Penting sex education untuk anak usia dini sebagai pencegahan pelecehan seksual. Journal Genta Mulia, 15(2), 269–275. https://ejournal.uncm.ac.id/index.php/gm/article/view/1065Punjani, N., & Hussain, A. (2025). Unspoken Sexuality: The Mental Health Impact of Missed Sex Conversations in Youth. In Adolescents (Vol. 5, Issue 4). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/adolescents5040079

Ragelienė, T. (2016). Links of Adolescents Identity Development and Relationship with Peers: A Systematic Literature Review. In Ragelienė J Can Acad Child Adolesc Psychiatry (Vol. 25, Issue 2).

Robert K. Yin. (2017). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Published

2026-02-01

How to Cite

Agustina, E., Layali , S., Puspasari, H., Labibah , G. R., & Adetya, S. (2026). Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus. Jurnal Pendidikan Siber Nusantara, 4(1), 33–39. https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i1.569