Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Wonogiri
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i2.622Keywords:
Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Sejarah, Implementasi, HambatanAbstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Wonogiri. (2) Mengidentifikasi dampak penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pembelajaran sejarah. (3) Mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data meliputi guru sejarah, aktivitas pembelajaran, dan dokumen pendukung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah telah dilaksanakan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran. Guru menyesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik, menggunakan berbagai metode seperti diskusi, presentasi, dan analisis peristiwa sejarah, serta memberikan variasi bentuk penilaian sesuai karakteristik siswa. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel, aktif, dan berpusat pada peserta didik. (2) Penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran sejarah, ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan, keterlibatan, serta motivasi belajar peserta didik. Selain itu, peserta didik lebih mampu berpikir kritis, menganalisis peristiwa sejarah, serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (3) Dalam pelaksanaannya, guru menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan waktu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, perbedaan kemampuan dan karakteristik peserta didik yang beragam, serta kesiapan guru dalam mengelola kelas dan melakukan asesmen secara menyeluruh. Oleh karena itu, guru perlu melakukan strategi penyesuaian seperti pengelolaan waktu yang efektif, penggunaan metode yang bervariasi, serta peningkatan kompetensi dalam memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi agar pembelajaran dapat berjalan optimal.
References
Ahsani, M. H. (2023). Pemberlakuan Kurikulum Merdeka terhadap kinerja guru dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sejarah kelas X SMA Negeri 1 Sulang Kabupaten Rembang. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 6(1), 92–103. https://doi.org/10.17977/um0330v6i1p92-103
Darmiah, D. (2021). Hakikat anak didik dalam pendidikan Islam. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 11(1), 165. https://doi.org/10.22373/jm.v11i1.9333
Heryanti, Y. Y., Muhtar, T., & Herlambang, Y. T. (2023). Makna dan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan relevansinya bagi perkembangan siswa di sekolah dasar: Telaah kritis dalam tinjauan pedagogis. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(3), 1270–1280. https://doi.org/10.31949/jee.v6i3.6118
Idris, S. H., Muqowim, M., & Fauzi, M. (2023). Kurikulum Merdeka perspektif pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara. Jurnal Literasiologi, 9(2), 88–98. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v9i2.472
Kartini Ayu, Abdulatif Sofian, & Prihantini. (2023). Peran guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka mandiri berubah di SDIT Daarul Huda. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(4), 2853–2857.
Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333–352. https://doi.org/10.24952/fitrah.v3i2.945
Purni, T. (2023). Pentingnya pendidikan sejarah sebagai penguat pendidikan yang berkarakter. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah, 2(1), 190–197. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24723
Rahayu, M. S., Hasan, I., Asmendri, A., & Sari, M. (2023). Relavansi kurikulum dan pembelajaran dalam pendidikan. Dharmas Education Journal (DE_Journal), 4(1), 108–118. https://doi.org/10.56667/dejournal.v4i1.925
Rahayu, Y. (2023). Problematika kurikulum di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 2548–6950.
Rahmawati, S., Astuti, D., & Fadriati. (2024). Peran guru dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(3), 3026–3038.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (Untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif). http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/
Sulistiani, I., & Nugraheni, N. (2023). Makna guru sebagai peranan penting dalam dunia pendidikan. Jurnal Citra Pendidikan, 3(4), 1261–1268. https://doi.org/10.38048/jcp.v3i4.2222
Ubabuddin. (2019). Hakikat belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. IAIS Sambas, 1(1), 18–27.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ardia Ayuningtyas, Leo Agung Sutimin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JPSN berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JPSN.



















