Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Pembelajaran Sejarah Berbasis Deep Learning di SMA Negeri 3 Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i2.624Keywords:
Pendidikan Multikultural, Pembelajaran Sejarah, Deep Learning, Implementasi, KendalaAbstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural di SMA Negeri 3 Surakarta. (2) Mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Surakarta. (3) Mendeskripsikan implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. (4) Mendeskripsikan kendala pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis pendekatan deep learning di SMA Negeri 3 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data meliputi guru sejarah, peserta didik, aktivitas pembelajaran, serta dokumen pendukung pembelajaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Pemahaman guru mengenai pendidikan multikultural menunjukkan bahwa guru telah memiliki kesadaran terhadap pentingnya keberagaman dalam proses pembelajaran. Guru berusaha menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan tidak membedakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sejarah. (2) Pemahaman guru mengenai pendekatan deep learning menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam melalui kegiatan diskusi, refleksi, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran sejarah. (3) Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah berbasis deep learning telah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif antar peserta didik, diskusi kelompok, dan pengaitan materi sejarah dengan kehidupan sosial peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. (4) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan multikultural berbasis deep learning meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran aktif, serta kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran yang mengintegrasikan nilai multikultural dengan pendekatan deep learning. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan peningkatan kesiapan guru maupun peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
References
Akmal, A., Nuranggraeni, D., & Alani, R. (2025). Deep learning sebagai pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(1), 45–58.
Ekwandari, R., Perdana, A., & Lestari, D. (2024). Integrasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah di SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sejarah, 8(2), 45–60.
Gordon, C., & Debus, R. (2002). Developing deep learning approaches and personal teaching efficacy within a preservice teacher education context. British Journal of Educational Psychology, 72(4), 483–511.
Putri. (2024). Pemanfaatan media puzzle dalam membaca peta melalui aplikasi Proprofs pada pembelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar Negeri Sukadana. Universitas Pendidikan Indonesia.
Rahmawati, D., & Putra, A. (2021). Integrasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Sosial, 6(2), 78–90.
Smith, R., & Colby, S. (2007). Teaching for deep learning. The Clearing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 80(5), 205–210.
Siregar, R. (2023). Deep learning dalam pembelajaran modern dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Modern, 9(2), 55–68.
Suci, A. (2025). Peningkatan kualitas pendidikan abad ke-21 dalam menghadapi tantangan global. Jurnal Pendidikan Indonesia, 14(1), 22–35.
Warburton, K. (2003). Deep learning and education for sustainability. International Journal of Sustainability in Higher Education, 4(1), 44–56.
Anwar, M. (2024). Pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah untuk menumbuhkan kesadaran keberagaman peserta didik. Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(2), 88–101.
Hidayat, G. (2025). Pendekatan deep learning dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 11(1), 15–27.
Nauval, A. (2024). Konflik sosial dalam masyarakat multikultural dan peran pendidikan dalam membangun toleransi. Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(3), 120–134.
Nurhijrah, & Suryana, S. (2025). Pengembangan profesionalisme guru melalui pembelajaran deep learning dalam kelas. Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan, 5(1), 33–47.
Akmal, A., Nuranggraeni, D., & Alani, R. (2025). Deep learning sebagai pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(1), 45–58.
Anita, (2025). Pendidikan multikultural sebagai pendekatan pembelajaran dalam menghadapi keberagaman peserta didik. Jurnal Pendidikan Multikultural, 7(2), 65–79.
Entwistle, N. (2023). Teaching for understanding at university: Deep approaches and distinctive ways of thinking. Palgrave Macmillan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zinjy Jehanagara, Sariyatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JPSN berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JPSN.



















