Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris melalui Metode Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) pada Siswa Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i3.753Keywords:
ADHD, Kosakata, Pembelajaran VAK, PTK, Bahasa InggrisAbstract
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa ADHD yang mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, mengingat, dan menggunakan kosakata yang telah dipelajari. Siswa ADHD umumnya menunjukkan karakteristik seperti inatensi, hiperaktivitas, impulsivitas, mudah terdistraksi, serta kesulitan dalam mengikuti instruksi pembelajaran secara berurutan. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kosakata menjadi kurang optimal apabila hanya menggunakan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui penerapan metode Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu siswa ADHD kelas VII. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar kosakata. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris dari pra-siklus hingga siklus tindakan tanpa menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) berhasil meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa ADHD. Nilai siswa meningkat dari 52 pada pra-siklus menjadi 68 pada Siklus I dan 86 pada Siklus II. Selain itu, keterlibatan, perhatian, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan yang signifikan. Penerapan metode VAK membantu siswa lebih fokus, aktif, dan mudah memahami kosakata melalui kombinasi stimulus visual, auditori, dan kinestetik. Dapat disimpulkan bahwa metode VAK efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa ADHD. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar siswa ADHD.
References
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.
Astari, T. (2023). Accelerated learning: Pendekatan visual-auditori-kinestik (VAK). CV Edupedia Publisher.
Brown, T. E. (Ed.). (2009). ADHD comorbidities: Handbook for ADHD complications in children and adults. American Psychiatric Publishing.
Citra Ayu, C., Asilestari, P., Nurhidayah, et al. (2023). Buku ajar Bahasa Inggris. Litnus.
DuPaul, G. J., & Stoner, G. (2014). ADHD in the schools: Assessment and intervention strategies. Guilford Press.
Gunawan, L. (2021). Komunikasi interpersonal pada anak dengan gangguan ADHD.
Hardiana, M. T. A. N., & Suyata, P. (2018). The effectiveness of VAK (visual, auditory, kinesthetic) model in learning of summary writing. International Journal of Research and Review, 5(8), 43–49.
Jackson, S. (2004). Teaching children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder. U.S. Department of Education.
K., T. A., Sismanto, Yulifah, S., D. R., & Dadi, H. S. R. (2023). Best practice implementasi Kurikulum Merdeka bahasa Inggris di SD. Deepublish.
Krisno, A. (2016). SINTAKS 45 metode pembelajaran dalam Student Centered Learning (SCL). Ummpress.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mirnawati, M., & Amka, A. (2019). Pendidikan anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Deepublish.
Murham, L. (2022). Meningkatkan penguasaan kosakata melalui penerapan visual auditory kinesthetic (VAK): Penelitian tindakan kelas. BAHTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(1). https://doi.org/10.56842/bahtra.v3i01.243
Nuriska, N., Zasrianita, F., & Revola, Y. (2025). The influence of Visual, Auditory, Kinesthetic (VAK) learning methods in enhancing English vocabulary for students at MTs Nur-Rahma Kota Bengkulu. TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(8), 4199–4208.
Rief, S. F. (2012). How to reach and teach children with ADD/ADHD: Practical techniques, strategies, and interventions. John Wiley & Sons.
Rustiana, R., & Pamungkas, B. (2025). Improving attention abilities in children with ADHD characteristics through the multisensory VAKT method. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(4), 2090–2104.
Saputra, A. T. P., & Toifur. (2025). Pembelajaran PAI berbasis (visual, auditori, kinestetik) VAK di kelas inklusi. Merdeka Indonesia Jurnal International, 5(2), 442–447. https://doi.org/10.69796/miji.v5i2.440
Schmitt, N., & Schmitt, D. (2020). Vocabulary in language teaching (2nd ed.). Cambridge University Press.
Suaib, R. W. (2017). The use of Visual Auditory Kinesthetic (VAK) learning styles to increase students' vocabulary. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 11(2), 239–253.
Suyanto, K. K. (2013). Hakikat pembelajaran bahasa Inggris untuk anak (EYL). English for Children, 1–40.
Tomlinson, C. A. (2019). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dian Tri Rahayu, Unik Ambar Wati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JPSN berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JPSN.




















