Pengembangan E-Modul Berbasis Etnomatematika Untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMPN 1 Nubatukan

Authors

  • Nawangwulan Cahyaristi Universitas Negeri Yogyakarta
  • Suyantiningsih Suyantiningsih Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i3.810

Keywords:

E-Modul, Etnomatematika, Minat Belajar, Hasil Belajar Matematika

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis etnomatematika yang layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat belajar serta hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMPN 1 Nubatukan pada materi Segi Empat. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model 4D Thiagarajan yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru matematika, serta peserta didik kelas VII SMPN 1 Nubatukan yang dilibatkan pada tahap uji coba produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respon guru dan peserta didik, angket minat belajar, serta tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan produk. Validitas instrumen diperoleh melalui validasi ahli dan uji validitas empiris, sedangkan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. Keefektifan produk dianalisis berdasarkan perhitungan N-Gain dan uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk mengetahui pengaruh penggunaan e-modul berbasis etnomatematika terhadap minat belajar dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis etnomatematika yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, serta memenuhi kriteria sangat praktis berdasarkan respon guru dan peserta didik. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berbasis etnomatematika memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar dan hasil belajar matematika peserta didik, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji MANOVA sebesar 0,000<0,05. Selain itu, hasil perhitungan N-Gain menunjukkan adanya peningkatan minat belajar dan hasil belajar pada kategori tinggi setelah peserta didik menggunakan e-modul berbasis etnomatematika dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, e-modul berbasis etnomatematika yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan e-modul pada materi matematika lainnya atau diterapkan pada jenjang pendidikan yang berbeda dengan menyesuaikan karakteristik peserta didik dan budaya lokal yang digunakan.

References

Akhiruddin, Sujarwo, Atmowardoyo, H., & Nurhikmah. (2019). Belajar dan pembelajaran. CV. Cahaya Bintang Cemerlang.

Andang, Sowanto, & Hadi, A. M. (2025). Integrating ethnomathematics into digital learning materials to enhance junior high school students ’ geometry problem solving skills. Multidisciplinary Science Journal, 8(5). https://doi.org/10.31893/multiscience.2026327

Arends, R. I., & Kilcher, A. (2010). Teaching for student learning: Becoming an accomplished teacher. Routledge.

Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan paradigma baru. PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (2018). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi 3). Bumi Aksara.

Arikunto, S., & Jabar, C. S. A. (2009). Evaluasi program pendidikan: Pedoman teoretis praktis bagi mahapeserta didik dan praktisi pendidikan (Edisi 2). Bumi Aksara.

As’ari, A. R., Tohir, M., Valentino, E., Imron, Z., & Taufiq, I. (2017). Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester 2 (Edisi Revisi 2017). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ateta, T. B. (2019). Simbolisme dan ruang sakral dalam budaya Lamaholot di Lembata. Jurnal Kebudayaan NTT, 12(1), 30–45.

Azwar, S. (2010). Penyusunan skala psikologi (Edisi 1). Pustaka Pelajar.

Bishop, A. J. (1988). Mathematical enculturation: A cultural perspective on mathematics education. D. Reidel Publishing Company.

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Handbook I: Cognitive Domain. David McKay Company, Inc.

Buchori, A., & Murtianto, Y. H. (2017). Pengembangan comic math dengan pendekatan etnomatematika pada meteri kubus dan balok di SMP. AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 8(1), 31-40. https://doi.org/10.26877/aks.v8i1.1531

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

D’Ambrosio, U. (2006). Ethnomathematics: Link between traditions and modernity. The Journal of Mathematics and Culture, 1(1), 1–7. https://journalofmathematicsandculture.files.wordpress.com/2016/05/the program-ethnomathematics.pdf

Daryanto. (2013). Menyusun modul: Bahan ajar untuk persiapan guru dalam mengajar (Cetakan 1). Gava Media.

Efendi, R. (2021). Pengembangan media pembelajaran e-modul berbasis aplikasi Flip PDF profesional untuk meningkatkan kemandirian dan hasil belajar ranah kognitif peserta didik SMA pada mata pelajaran fisika [Tesis, Universitas Negeri Yogyakarta].Digital Library UNY.

Faradilla, A., Wijayanti, P., & Setianingsih, R. (2024). Literasi matematis peserta didik SMP dalam menyelesaikan soal matematika model PISA dengan konten change and relationship. Pi : Mathematics Education Journal, 7(2), 72–83. https://doi.org/10.21067/pmej.v7i2.10497

Fawaid, Faulina, R., & Sari, D. I. (2025). Pengembangan e-modul berbasis etnomatematika pada materi bangun ruang sisi datar. Numeracy,12(1), 51–66. https://doi.org/10.46244/numeracy.v12i1.3092

Fendrik, M. (2022). Pengembangan model pembelajaran daring berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kompetensi matematika mahapeserta didik PGSD [Disertasi, Universitas Negeri Yogyakarta].Digital Library UNY.

Firdaus, A. M. (2024). Investigasi literasi matematika peserta didik SMPN 21 Makassar: Bagaimana literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA? Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.33387/dpi.v13i1.7734

Francois, K., & Van Kerkhove, B. (2010). Ethnomathematics and the philosophy of mathematics (education). In Philosophy of mathematics: Sociological aspects and mathematical practice (pp. 121–154). College Publications.

Gerdes, P. (2011). African pythagoras: A study in culture and mathematics education. Lulu Press, Inc.

Gumanti, D., Respita, R., & Noer, S. M. (2023). Faktor-faktor mempengaruhi minat belajar peserta didik mengikuti pembelajaran tatap muka masa pandemi COVID-19 mata pelajaran ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 11(1), 10–18. https://doi.org/10.26740/jupe.v11n1.p10-18

Hamid, J., & Rahmawati, N. I. (2024). Developing ethnomathematics-based e-modules to support students ’ problem solving skills. EDUMATIKA: Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.32939/ejrpm.v7i1.3427

Inbisnis. (2022). Ebang, rumah khas orang Kedang di Lembata NTT dan keunikan di dalamnya. https://inbisnis.id/ebang-rumah-khas-orang-kedang-di-lembata-ntt-dan-keunikan-di-dalamnya/

Jailani, & Hidayah, N. (2025). Development of e-module for mathematics learning for junior high school students based on local culture at the Van der Wijck Fort complex to improve students mathematical reasoning ability and learning interest. International Journal of Science and Mathematics Education, 2(3), 15–28. https://doi.org/10.62951/ijsme.v2i3.239

Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary. Routledge.

Ju, M. K., Moon, J. E., & Song, R. J. (2016). History of mathematics in Korean mathematics textbooks: Implication for using ethnomathematics in culturally diverse school. International Journal of Science and Mathematics Education, 14(7), 1321–1338. https://doi.org/10.1007/s10763-015-9647-0

Kamid, K., & Anwar, K. (2025). E-magazine-education etnomatematika batik Jambi berbasis teknologi augmated reality untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 14(1), 70-82. https://doi.org/10.24127/ajpm.v14i1.9569

Kavadella, A., et.al. (2013). Recommendations for the development of e-modules for the continuing professional development of European dentists. European Journal of Dental Education, 17, 45–54. https://doi.org/10.1111/eje.12039

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Panduan praktis penyusunan e-modul. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kinard, J. T., & Kozulin, A. (2008). Rigorous mathematical thinking: Conceptual formation in the mathematics classroom. Cambridge University Press.

Kosasih, E. (2021). Pengembangan bahan ajar. Bumi Aksara.

Kurniawati, H. A. (2020). Pengembangan modul elektronik IPA berbasis science, environment, technology, and society untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan healthy literacy [Tesis, Universitas Negeri Yogyakarta]. Digital Library UNY.

Lasiyo, Wikandaru, R., & Hastangka. (2020). Modul UT MKDU4111 pendidikan kewarganegaraan (Edisi 3). Universitas Terbuka.

Licorish, S. A., Owen, H. E., Daniel, B., & George, J. L. (2018). Students’ perception of Kahoot!’s influence on teaching and learning. Research and Practice in Technology Enhanced Learning, 13, Article 9. https://doi.org/10.1186/s41039-018-0078-8

Lita, R. N., & Mustika, J. (2024). Development studies : E-module based on ethnomathematics to improve problem-solving ability at junior high school at 10 metro. IndoMath: Indonesia Mathematics Education, 7(1), 58–71. http://dx.doi.org/10.30738/indomath.v7i1.99

Marsigit. (2009). Pembudayaan matematika di sekolah untuk mencapai keunggulan bangsa. Seminar Nasional Pembelajaran Matematika Sekolah, Yogyakarta.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511811678

Mufti, R. D. A. (2022). Pengembangan e-modul muatan IPA materi sistem pencernaan manusia untuk meningkatkan pemahaman pada peserta didik kelas V SD Negeri Panggang Sedayu Bantul. [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta]. Digital Library UNY.

Muhammad, A. (2021). Pengembangan e-modul interaktif pembelajaran tematik subtema perubahan lingkungan peserta didik kelas V SD Negeri 1 Pengasih Kulon Progo Yogyakarta [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta]. Digital Library UNY.

Norhidayah, S. (2019). Pembelajaran matematika di lingkungan nyata. Hipotenusa: Journal of Mathematical Society, 1(2).

Nuharini, D., & Wahyuni, T. (2008). Matematika 1: Konsep dan aplikasinya untuk kelas VII SMP/MTs. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

OECD. (2023). PISA 2022 Results (Volume I and Volume II) country notes: Indonesia. OECD Publishing. https://www.oecd.org/en/publications/pisa-2022-results-volume-i-and-ii-country-notes_ed6fbcc5-en/indonesia_c2e1ae0e-en.html

Pemerintah Kabupaten Lembata. (2022). Pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) Kabupaten Lembata: Strategi pemajuan kebudayaan dalam bingkai Sare Dame. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lembata.

Ponidi, & Nugroho, M. (2020). Matematika modul 8: Segi empat dan segitiga. Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Puer, A. S. (2018). Fungsi dan makna simbolis Ebang dalam kebudayaan Kedang [Skripsi, Universitas Nusa Cendana].

Reddi, U. V, & Sanjaya, M. (2003). Educational multimedia: A handbook for teacher-developers. Commonwealth Educational Media Centre for Asia (CEMCA).

Riduwan. (2007). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.

Ristayani, D., Wulandari, & Isfayani, E. (2024). Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka berbasis etnomatematika kain ulos Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS), 8(3), 410–419. https://doi.org/10.33369/jp2ms.8.3.410-419

Robe, R. R. S. (2021). Gemohing: Falsafah hidup dan pola interaksi sosial masyarakat Lembata. Undana Press.

Rosa, M., & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics: The cultural aspects of mathematics. Revista Latinoamericana de Etnomatemática: Perspectivas Socioculturales de La Educación Matemática, 4(2), 32–54.

Schunk, D. H. (2012). Learning theories: An educational perspective (6th ed.). Pearson Education Inc.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. PT Rineka Cipta.

Sucipto, M. F., & Firmansyah, D. (2021). Analisis minat belajar peserta didik SMP pada pembelajaran matematika. MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 8(2), 376–380.

Sudaryono, Margono, G., & Rahayu, W. (2013). Pengembangan instrumen penelitian pendidikan (Edisi 1). Graha Ilmu.

Sudjana, N. (2019). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2010). Metode penelitian pendidikan (Edisi 6). PT Remaja Rosdakarya.

Suleiman, I. B., Okunade, O. A., Dada, E. G., & Ezeanya, U. C. (2024). Key factors influencing students ’ academic performance. Journal of Electrical Systems and Information Technology, 11(1), Article Number 41. https://doi.org/10.1186/s43067-024-00166-w

Sulfayanti, N. (2023). Kajian literatur: Faktor dan solusi untuk mengatasi rendahnya literasi matematis peserta didik. Jendela Pendidikan, 3(04), 382–388. https://doi.org/10.57008/jjp.v3i04.590

Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Kanisius.

Surjono, H. D. (2017). Multimedia pembelajaran interaktif: Konsep dan pengembangan (Edisi 1). UNY Press.

Susanto, J. (2012). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis lesson study dengan kooperatif tipe numbered heads together untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA di SD. Journal of Primary Education, 1(2), 71–77. https://doi.org/10.15294/jpe.v1i2.785

Suyantiningsih, Munawaroh, I., & Rahmadona, S. (2016). Pengembangan multimedia pembelajaran berbasis scientific approach terintegrasi nilai karakter. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 46(1), 1–13. https://doi.org/10.21831/jk.v46i1.9571

Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Leadership Training Institute/Special Education, University of Minnesota.

Tim Puslitjaknov. (2008). Metode penelitian pengembangan. Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional.

Wahyuni, A., Tias, A. A. W., & Sani, B. (2013). Peran etnomatematika dalam membangun karakter bangsa. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Yogyakarta. https://eprints.uny.ac.id/10738/1/P - 15.pdf

Widoyoko. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian (Edisi 1). Pustaka Pelajar.

Wijayanto, Z. (2017). Pengembangan perangkat pembelajaran matematika berbasis etnomatematika pada Keraton Yogyakarta. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 58-66. https://doi.org/10.30738/sosio.v3i1.1527

Wijayanto, Z. (2018). Pengembangan media pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya untuk peserta didik SMP. AdMathEdu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan, 8(2), 209–222. https://doi.org/10.12928/admathedu.v8i2.12350

Yuwanita, I., Dewi, H. I., & Wicaksono, D. (2020). Pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPA. Instruksional, 1(2), 152–158. https://doi.org/10.24853/instruksional.1.2.152-158

Zaenuri, & Dwidayati, N. (2018). Menggali etnomatematika : Matematika sebagai produk budaya. PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 471–476. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/20136

Published

2026-09-10

How to Cite

Cahyaristi, N., & Suyantiningsih, S. (2026). Pengembangan E-Modul Berbasis Etnomatematika Untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMPN 1 Nubatukan. Jurnal Pendidikan Siber Nusantara, 4(3), 673–686. https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i3.810