Aktivitas Pembelajaran Mendalam (Deep learning): Studi Etnografi di Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i4.846Keywords:
Daur Belajar, Fasilitasi Belajar, Pembelajaran Mendalam, SALAM, Soft TechnologyAbstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan memahami dan menginterpretasikan aktivitas belajar peserta didik kelas V di Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta dalam konteks budaya komunitasnya. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan aktivitas belajar melalui riset dan daur belajar, memahami pemaknaan peserta didik dan aktor pendamping, menjelaskan relasi pendampingan, serta menginterpretasikan aktivitas tersebut dalam perspektif pembelajaran mendalam dan teknologi pendidikan, khususnya fasilitasi belajar, teknologi lunak (soft technology), dan praktik etis.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi pendidikan. Penelitian lapangan dilaksanakan di PKBM SALAM Yogyakarta pada 5 Januari sampai 18 Juni 2026, dengan peserta didik kelas V sebagai fokus empiris utama. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, studi dokumentasi, catatan reflektif dan fasilitator, serta dokumen dan artefak pembelajaran. Partisipan meliputi peserta didik kelas V, fasilitator, orang tua, pendiri/pengelola, dan warga komunitas yang relevan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber, refleksivitas, deskripsi kontekstual, serta member checking. Data dianalisis secara interpretasional dan induktif melalui pengorganisasian, segmentasi, pengkodean, pengembangan kategori dan konstruk, perbandingan konstan, serta pembentukan tema dan pola.
Hasil penelitian menunjukkan lima pola utama. Pertama, pengalaman nyata menjadi sumber kedalaman belajar ketika diolah melalui dokumentasi, analisis, refleksi, revisi tindakan, dan penerapan. Kedua, agensi anak bersifat kontekstual dan relasional karena minat, pilihan, dan kemandirian berkembang melalui dialog serta dukungan yang dinegosiasikan. Ketiga, daur belajar bekerja secara reflektif dan iteratif, sehingga mengalami, mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan, dan menerapkan tidak selalu berlangsung linear atau lengkap dalam satu peristiwa. Keempat, fasilitasi belajar terdistribusi melalui fasilitator, orang tua, teman sebaya, narasumber, lingkungan, dan komunitas. Kelima, kedalaman belajar bersifat bersyarat dan berbingkai etis, terutama terkait kualitas refleksi, proporsi bantuan, tanggung jawab, perbedaan kebutuhan, dan ruang aman untuk gagal. Dalam perspektif Teknologi Pendidikan, temuan menunjukkan facilitating learning melalui pengorganisasian proses dan sumber secara kontekstual, tidak terbatas pada teknologi digital. Proses riset dan Daur Belajar yang terorganisasi secara reflektif dapat didialogkan dengan konsep teknologi lunak (soft technology), meskipun statusnya tetap bersyarat dan berbingkai etis. SALAM tidak ditempatkan sebagai model universal. Disarankan agar fasilitator dan orang tua menjaga kualitas refleksi serta proporsi pendampingan, dan penelitian selanjutnya mengikuti pengalaman belajar anak secara lebih intensif dan berkelanjutan.
References
Budiningsih, C. A. (2008). Teori Belajar dan Motivasi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Budiraharja, B., Muti’ah, T., & Sugiarto, R. (2021). BERPIKIR MERDEKA PADA PENDIDIKAN SANGGAR ANAK ALAM (SALAM) YOGYAKARTA. Jurnal Spirits, 11(2), 1.
Castro, G. P. B., Chiappe, A., Rodríguez, D. F. B., & Sepulveda, F. G. (2024). Harnessing AI for Education 4.0: Drivers of Personalized Learning. Electronic Journal of e-Learning, 22(5), 1–14. https://doi.org/10.34190/ejel.22.5.3467
Dewantara, K. H. (2013). Ki Hadjar Dewantara : pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press) ; Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Dewey, J. (1938). Experience and Education (First Touchstone Ed). Touchstone.
Dini, I., Kim, S., & Nomura, S. (2024). TEACHER PRACTICES IN INDONESIA: Results of the Teach Primary Classroom Observation Study.
Freire, Dennis Kleinman, Myra Bergman Ramos, & Ira Shor. (2000). Pedagogy Of The Oppressed.
Fullan, M., Quinn, J., & Mceachen, J. (2018). Deep Learning: Engage the World Change the World.
Gagne, R. M. (1970). The Conditions of Learning. Holt, Rinehart and Winston, Inc. https://archive.org/details/conditionsoflearOOOOgagn
Gernatiti, Rejeki, K., & Sri, W. (2019). Sekolah Apa Ini? Insist Press.
Haq, M. I., & Aziz, A. (2024). Konsep Daur Belajar sebagai Implementasi Manajemen Kurikulum di Sanggar Anak Alam Yogyakarta. Al-fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 236–257. https://doi.org/10.54396/alfahim.v6i1.952
Haryanto, H., Ghufron, A., Suyantiningsih, S., & Kumala, F. N. (2022). The correlation between digital literacy and parents’ roles towards elementary school students’ critical thinking. Cypriot Journal of Educational Sciences, 17(3), 828–839. https://doi.org/10.18844/cjes.v17i3.6890
Ismaniati, C., Syamsudin, E., & Khairaty, N. I. (2025). Designing Problem-Based E-Learning to Foster Critical Thinking and Motivation: A Feasibility and Practicality Study. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(5), 708–717. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i5.11280
Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational technology: A definition with commentary.
Joyce P. Gall, Meredith Damien Gall, & Walter R. Borg. (2014). Applying Educational Research: How to Read, Do, and Use Research to Solve Problems of Practice (6th ed.). Pearson Education Limited.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam.
Kolb, D. (2015). Experiential learning : experience as the source of learning and development (C. Bullen, K. Hart, & N. Wolmers, Ed.; Cet.2). Pearson Education, Inc.
Lestari D, W., Maftuhah, H., & Puji, R. F. (2025). Strategi Deep Learning melalui Kegiatan Ko-kurikuler di Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(3), 1–14. https://jurnaldidaktika.org
Marton, F., & Saljo, R. (1976). On Qualitative Differences In Learning: Outcome And Process. Br. J. educ. Psychol, 46, 4–11.
Maslow, A. H. (1954). Motivation and Personality. Harper & Row, Publishers.
Muhtadi, A., Haryanto, Christina Ismaniati, & Rama Faiz Pangestu. (2025). Need Assessment of Deep Learning to Improve Critical-Innovative Thinking Abilities from the Perspective of Master Program Students. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 8(3), 508–519. https://doi.org/10.23887/jp2.v8i3.100475
Muhtadi, A., Haryanto, H., Miyarso, E., & Emilda, A. L. (2021). The Integration of ICT in Generation Z’s Learning Culture: A Study on Indonesian Students. The 2nd International on Meaningful Education (2nd ICMEd), 495. https://doi.org/10.18502/kss.v6i2.10011
Nidyawati, D. E. (2017). KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BERBASIS ALAM DI SANGGAR ANAK ALAM (SALAM) NITIPRAYAN KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 4(VI), 1–13.
Paulo, F., Ramos, M. B., Macedo, D. P., & Shor, I. (2005). Pedagogy of the oppressed (Cet.30). The Continuum International Publishing Group Inc.
Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, K. R. (2025). Survei Implementasi Awal Pembelajaran Mandiri. https://www.youtube.com/watch?v=xeoEkx4ik_I&t=1868s
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khoerul Umam Kholis, Sugeng Wahyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JPSN berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JPSN.




















