Kearifan Lokal dalam Tradisi Sesaji Rewandha Sebagai Upaya Memperkuat Solidaritas Sosial Masyarakat di Kota Semarang

Authors

  • Sri Rahmawati Rahayuningsih Universitas Negeri Yogyakarta
  • Anik Widiastuti Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i2.644

Keywords:

Budaya, Kearifan Lokal, Tradisi, Solidaritas Sosial, Sesaji Rewandha

Abstract

Abstrak: Budaya sebagai sistem nilai dan praktik sosial menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi melemahkan solidaritas masyarakat. Dalam konteks ini, kearifan lokal melalui tradisi menjadi penting sebagai media pelestarian nilai dan penguatan kohesi sosial. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Tradisi Sesaji Rewandha di Goa Kreo, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi tersebut serta perannya dalam membentuk solidaritas sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, panitia pelaksana, masyarakat lokal, dan generasi muda yang terlibat dalam tradisi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sesaji Rewandha mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya yang diwujudkan dalam praktik sosial masyarakat. Nilai-nilai tersebut membentuk interaksi sosial yang intens, memperkuat kepercayaan, dan menciptakan solidaritas sosial. Selain itu, tradisi ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya, pendidikan sosial, dan pengembangan pariwisata. Dengan demikian, tradisi Sesaji Rewandha berperan sebagai mekanisme sosial yang mengintegrasikan nilai, praktik, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat.

References

Agni, C., & Pia, A. (2024). Kajian Ekologi Budaya Dalam Tradisi Sesaji Rewanda Di Goa Kreo. 1Journal For Energetic Youngsters, 2(2), 1–12.

Aini, A. N. (2023). Menjaga Harmoni Alam dan Budaya Kearifan Lokal dalam Tradisi Sesaji Rewanda Kecamatan Gunungpati. CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics), 9(2), 237. https://doi.org/

10.30872/calls.v9i2.7808

Akbar, D., & Ansori, M. (2024). Tradisi Mayoran Sebagai Instrumen Penting Dalam Membangun Kohevisitas Sosial Masyarakat Desa Kalipang. Tanda: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra (e-ISSN: 2797-0477), 4(04), 13–23. https://doi.org/10.69957/tanda.v4i04.1761

Al Hidaya, A. (2023). Internalisasi Solidaritas Sosial dan Nilai-Nilai Islam melalui Tradisi Weweh. Journal of Economics, Law, and Humanities, 2(2), 151–161. https://doi.org/10.21154/jelhum.v2i2.2651

Alexander, J., & Smith, P. (2005). The Cambridge Companion to Durkheim . UK: Cambridge University Press.

Amalia, Y. (2024). Peran Kebudayaan Dalam Pembentukan Kesadaran Sosial dan Lingkungan. JUPSI Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(1), 9–18. https://doi.org/10.62238/jupsi.v1i1.94

Anggraeni, D., Faizatul Adzima, & Zafiroh Afiani. (2024). Eksistensi Lopis Raksasa sebagai Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Kota Pekalongan. Mozaic : Islam Nusantara, 10(2), 143–154. https://doi.org/10.47776/mozaic.v10i2.1419

Annas, A., Noveles, A. I., Nikmah, M. K., Muna, N. N., Seviana, R., Khotrunada, V., & Widiastuti, A. (2024). Relevansi nilai-nilai luhur kebudayaan terhadap budi pekerti peserta didik dalam pembelajaran IPS. Jurnal Ilmiah WUNY, 6(1), 11–18. https://doi.org/10.21831/jwuny.v6i1.66437

Ansari, A. (2024). Islam Nusantara: Keanekaragaman Budaya Dan Tradisi. Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 18(2), 226–247. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v18i2.226-247

Astrid, A., Ayuni, K., Dewi, Y., Mulia, S., & Zainul, H. (2025). Transformasi Nilai Tradisi Besaprah dalam Budaya Sambas di Era Globalisasi. JUPSI Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 115–125. https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.130

Astrini, N. N. R. (2025). Dampak Modernisasi Terhadap Ketahanan Budaya Masyarakat Adat. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 1270–1275. https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1502

Bourdieu, P. (2003). The Blackwell Companion to Major Contemporary Social Theorist. UK: Blackwell Publishing.

Bukhari, A. B. (2026). Istighasah sebagai Tradisi Spiritual dan Solidaritas Sosial Umat Islam: Studi Lapangan di Masyarakat Bakeong. At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan Dan Hukum Islam, 12(1), 62–74.

Damanik, F. P., & Ramlan, R. (2023). Kearifan Lokal Tradisi Marharoan Bolon Masyarakat Simalungun. Kompetensi, 16(1), 182–190. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v16i1.107

Eta Parera, Moh. M. A., & Tong, J. (2024). Penanaman Pendidikan Berbasis Multikultural Dalam Melestarikan Budaya Lokal Sebagai Identitas Nasional. Jurnal Jipdas (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar), 4(4), 251–257. https://doi.org/10.37081/jipdas.v4i4.2417

Fatonah, R., Irma, I., Maulana, M. Z., & Yasin, M. (2024). Hubungan Masyarakat dan Budaya Lokal dalam Interaksi Sosial Masyarakat. Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial (Sinova), 2(01), 41–50. https://doi.org/10.71382/sinova.v2i01.65

Firmansyah, E., Syamsuddin, S., Pratiwi, A. H. S., Nurunnisa, M., & Nur, A. (2025). Implementasi Ta’awun dan Ukhuwah Wathaniyah melalui Tradisi Gotong Royong di Desa Pombewe. Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman, 20(1), 14–25.

Geertz, C. (2008). Thick Description: Toward an Interpretive Theory of Culture. UK: Routledge.

Hartini, A., Fusnika, F., & Wanda, C. (2025). Tradisi Lokal Maik Manik Sebagai Upaya Memperkokoh Nilai Gotong Royong Suku Dayak Seberuang Ensilat Desa Nanga Dangkan. Jurnal Pekan : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 1–10.

Hikma, N. (2025). Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Ngelepot Napai Di Pekon Way Kerap. Socio Religia, 6(1), 24–40. https://doi.org/10.24042/wntb7y09

Hornsey, M. J. (2008). Social Identity Theory and Self‐categorization Theory: A Historical Review. Social and Personality Psychology Compass, 2(1), 204–222. https://doi.org/10.1111/j.1751-9004.2007.00066.x

Ibrahim, A., Rusdaya, & Saidah. (2024). Social Practice And The Meaning Of The Erang-Erang Tradition In The Context Of Bugis Community Weddings From The Perspective Of Maslahah. Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam, 2(2), 131–148. https://doi.org/10.35905/marital_hki.v2i2.8981

Ina, M. R., & Fatmawati, F. (2023). Nilai Kearifan Lokal Upacara Panen Padi Sebagai Bentuk Solidaritas Sosial Di Desa Baliledo Sumba Barat. Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sosiologi , 5(1), 35–42.

Irfan, A. I., & Setiady, D. (2023). Internalisasi Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Nganggung. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.53800/wawasan.v4i1.222

Ishami, N., Azura, A., Nurkhasanah, A., Nurjanah, N., Sonia, S., & Miski, C. R. (2025). Menggali Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Identitas Budaya Riau. Maharsi, 7(2), 1–12. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2.1618

Januardi, A., Superman, S., & Firmansyah, H. (2022). Tradisi Masyarakat Sambas: Identifikasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dan Eksistensinya. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(1), 185. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i1.52469

Jumiati, N., Hamidsyukrie, H., & Suryanti, N. M. N. (2023). Nilai Solidaritas Sosial dalam Tradisi Mbolo Weki Pada Adat Perkawinan Suku Bima (Mbojo) di Desa Rabadompu Kecamatan Raba Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1b), 829–833. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1304

Khodari, R., & Nurhidayah, S. (2025). Pemberdayaan Kearifan Lokal: Permainan Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya Nusantara serta Sarana Interaksi Sosial Masyarakat. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 494–501. https://doi.org/10.53299/bajpm.v5i2.2029

Lestari, K. P., Dany, M. M. N., & Abdul, K. (2025). Representasi Tindakan Sosial dalam Tradisi Lokal Masyarakat di Era Modern. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 97–114. https://doi.org/10.19105/ejpis.v7i1.18977

Lestari, R. N., & Achdiani, Y. (2024). Pengaruh Globalisasi Terhadap Gaya Hidup Individualisme Masyarakat Modern. SOSIETAS, 14(2), 121–132. https://doi.org/10.17509/sosietas.v14i2.70149

Luthfianda, A., & Sufriadi, D. (2024). Peran Pemuda dalam Melestarikan Adat Istiadat. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(1), 01–08. https://doi.org/10.62710/79mg9609

Matasak, S., Darius, D., Alam, J., Rapa, O. K., Susanta, Y. K., Sapan, F. A., Sucipto, J., Yustiana, P., Palimbong, K. R., Bunga, J., & Berniwati. (2024). PENGUATAN Solidaritas Berbasis Kearifan Lokal. Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 29–39. https://doi.org/10.34307/bida.v1i1.4

Maulidin, S., Nopriyadi, & Latif Nawawi, M. (2024). Kearifan Lokal dalam Tradisi Keislaman : Memahami Kontribusi Budaya Islam di Indonesia. ISEDU : Islamic Education Journal, 2(2), 41–50. https://doi.org/10.59966/isedu.v2i2.1473

Mawardani, H. A., & Arief, S. (2025). Hibriditas Budaya dalam Fandom K-Pop: Konstruksi Identitas Kolektif Penggemar di Era Digital Indonesia. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 12(1), 66–80. https://doi.org/10.33541/dia.v12i1.6970

Mawikere, M. C. S., Hura, S., Mawikere, J. C. R., & Mawikere, M. D. B. (2024). Budaya dalam Multi Perspektif: Diskursus dan Komponen-Komponennya. PADAMARA: Jurnal Psikologi Dan Sosial Budaya, 1(1), 10–24. https://doi.org/10.70420/qhj82966

Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Muhammad, W. A., & Rusdy, A. S. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan , 10(7), 826–833.

Nurfalah, L., Claresya, C. S. De, & Bidjaksono, M. B. (2023). Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal. Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 1(1). https://doi.org/10.61511/jscsr.v1i1.2023.182

Panamuan, F. B., Putri, A. G., Widya, Veronika, T., & Zainul, H. (2025). Dampak Globalisasi Terhadap Kebudayaan Lokal pada Era Modernisasi. JUPSI Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 85–101. https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.129

Praditha, D. G. E., & Wibisana, I. M. B. (2024). Hukum Kearifan Lokal: Tradisi, Nilai, Dan Transformasi Dalam Konteks Kepemilikan Warisan Budaya. Jurnal Yusthima, 4(1), 207–214. https://doi.org/10.36733/yusthima.v4i1.8940

Priyandini, E., Al-Ma’ruf, A. I. A.-M., & Hasyim, N. (2025). Kebudayaan Masyarakat Toraja Dalam Novel Puya Ke Puya Karya Faisal Oddang (Interpretasi Simbolik Clifford Geertz). Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 21(1), 298–311. https://doi.org/10.25134/8vsw7m10

Purnomo, N. A., & Demartoto, A. (2022). Akulturasi Budaya Dan Identitas Sosial Dalam Gending Jawa Kontemporer Kreasi Seniman Karawitan Di Surakarta. Jurnal Analisa Sosiologi, 11(3). https://doi.org/10.20961/jas.v11i3.60576

Putri, S. A., & Yuwita, N. (2025). Pelestarian Warisan Budaya melalui Tradisi Petik Laut. Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 2(3), 85–92. https://doi.org/10.62383/filosofi.v2i3.910

Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93

Rengat, I. S., Ronaldo, P., & Hexano, S. A. D. (2022). Upacara Adat Gawai Suku Dayak Kalbar sebagai Kearifan Lokal dan Pembentuk Nilai Solidaritas. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2), 182–193. https://doi.org/10.22437/titian.v6i2.21080

Rizqi, A. A. S., & Fauzi, A. M. (2025). Makna dan Peran Tradisi Nyadran dalam Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Jawa: Studi Kasus di Sidoarjo. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 9(2), 238–253. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v9i2.3893

Rochayani, R., & Brata, N. T. (2022). Hubungan Tradisi dan Perilaku Budaya di Area Wisata Gua Kreo Semarang. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 11(1), 77–90. https://doi.org/10.15294/solidarity.v11i1.58801

Rusfandi, R. (2024). Pentingnya Pemahaman Budaya Dan Identitas Sosial. Jurnal Manejemen, Akuntansi Dan Pendidikan, 18–32. https://doi.org/10.59971/jamapedik.v1i1.4

Sari, A. N., Nur, F., Rizkyanti, R., Kuswanto, R. T., Dewi, A. F., Hoeruman, M. R., & Subha, R. (2024). Nilai Filosofis dan Sosio-Kultural dalam Tradisi “Mapatettong Bola”: Suatu Pendekatan Etnopedagogi. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1554–1566. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.510

Satino, S., Hermina, M., Marina, E. S., & Surahmad, S. (2024). Melestarikan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sebagai Wujud Bela Negara. IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 8(1), 248–266. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i1.3512

Savitri, D., Rianto, H., & Firmansyah, S. (2022). Nilai Gotong Royong Dalam Tradisi Beduruk Masyarakat Dayak Iban Desa Panggi Agung Kecamatan Ketungau Tengah. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(2), 299–309. https://doi.org/10.31571/pkn.v6i2.2936

Setiadi, M. B., & Pradana, G. W. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Desa Wisata Genilangit (Studi Di Desa Wisata Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan). Publika, 881–894. https://doi.org/10.26740/publika.v10n4.p881-894

Setiyowati, R., Rahman, L., & Anggraeni, N. L. (2024). Tradisi Sesaji Rewanda Dalam Perspektif Sakralitas dan Profanitas Emile Durkheim. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 33(2), 439–464. https://doi.org/10.30762/empirisma.v33i2.2126

Simatupang, T. M., & Yulifar, L. (2023). “Umpasa” Tradisi Komunikasi Verbal Masyarakat Batak Toba Dalam Mewariskan Nilai Kearifan Lokal (Studi Etnografi Sejarah Budaya Komunikasi). Khazanah Pendidikan, 17(2), 159. https://doi.org/10.30595/jkp.v17i2.17841

Sinambela, S. M., Mima, D. S., Joy, N. Y. L., Murniwati, L., & Iqbal, I. (2025). Dinamika Kebudayaan dan Perubahan Sosial dalam Masyarakat Modern. Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 65–75. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1521

Sudianto, S., & Maleh, D. T. K. (2025). Ngitus Bali Sebagai Kontrol Sosial Di Desa Murutuwu: Kajian Sosiologis-Teologis terhadap Kearifan lokal Dayak Ma’anyan Kristen Indonesia. Jurnal Teologi Pambelum, 4(2), 134–149. https://doi.org/10.59002/jtp.v4i2.61

Thoriq, M. T. H., Ita, I. P. S., & Zusril, M. Z. (2023). Pergeseran Makna Dalam Budaya Mbecek Di Desa Bandung Nganjuk Prespektif Teori Solidaritas Emile Durkheim. Jurnal Ilmu Budaya, 11(2), 119–128.

Triadityansyah, M., Kamuli, S., & Djaafar, L. (2025). Revitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Civic Culture: Studi Kasus Tradisi Tolak Bala di Kabupaten Buol. Journal of Moral and Civic Education, 9(1), 26–35. https://doi.org/10.24036/8851412912025856

Tuni’mah, L., Nursyahidah, F., & Albab, I. U. (2024). Pengembangan Hypothetical Learning Trajectory Materi Kerucut Berkonteks Tradisi Sesaji Rewanda Menggunakan PMRI Berbantuan Adobe Animate. AKSIOMA : Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 15(1), 69–83. https://doi.org/10.26877/aks.v15i1.18630

Tu’o, D. I., Yanto, S. T., & Felisitas, Y. (2026). Kepercayaan Adat Dayak Tomun: Mekanisme Solidaritas Sosial, Kontrol non-formal, dan Adaptasi Budaya di Era Modernisasi. Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 3(1), 01–11. https://doi.org/10.62383/filosofi.v3i1.1041

Widiastuti, A., & Nurhayati, A. S. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Desa Wisata Nganggring Sleman. Jurnal Ilmiah WUNY, 1(1). https://doi.org/10.21831/jwuny.v1i1.26852

Published

2026-06-23

How to Cite

Rahayuningsih, S. R., & Widiastuti, A. (2026). Kearifan Lokal dalam Tradisi Sesaji Rewandha Sebagai Upaya Memperkuat Solidaritas Sosial Masyarakat di Kota Semarang. Jurnal Pendidikan Siber Nusantara, 4(2), 233–248. https://doi.org/10.38035/jpsn.v4i2.644