Ketenangan Emosional Ibu Postpartum Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Psikologi Modern
DOI:
https://doi.org/10.38035/jhesm.v4i2.862Keywords:
Ibu Postpartum, Ketenangan Emosional, Psikologi modern, Surah MaryamAbstract
Masa pascapersalinan melibatkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi stabilitas emosi ibu. Research gap penelitian ini menunjukkan bahwa kajian terdahulu mengenai kisah Maryam lebih banyak membahas depresi, baby blues, terapi, dan resiliensi, sedangkan ketenangan emosional ibu postpartum belum secara khusus dibandingkan dengan perspektif psikologi modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ketenangan emosional dalam Surah Maryam ayat 23-26, menjelaskan konsep terkait dalam psikologi modern, dan membandingkan kedua perspektif. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi dan komparatif terhadap ayat, tafsir, dan literatur psikologi. Hasil menunjukkan empat tema utama dalam kisah Maryam: pengakuan terhadap pengalaman emosional, dukungan spiritual dan pertolongan Allah, pemenuhan kebutuhan fisik-psikologis, serta pengaturan interaksi sosial secara kontekstual. Dalam psikologi modern, tema tersebut beririsan dengan regulasi emosi, strategi koping, dukungan sosial, kesejahteraan psikologis, spiritualitas, dan kebermaknaan hidup. Kedua perspektif memiliki titik temu fungsional, tetapi berbeda dalam landasan epistemologis. Temuan ini mendukung pemahaman multidimensional terhadap ketenangan emosional ibu pascapersalinan tanpa menyamakan perspektif Al-Qur’an dengan teori psikologi modern
References
Amna, Z., & Khairani, M. (2024). Faktor-faktor risiko depresi pada ibu pascabersalin: The risk factors for depression in postpartum moms. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 17(1), 28-40. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.1.28
Al-Mahalli, J., & As-Suyuthi, J. (2003). Tafsir Jalalain. Darul Hadits.
Al-Qurthubi, A. A. (2006). Al-Jami’ li ahkam Al-Qur’an. Muassasah Ar-Risalah.
As-Sa’di, A. R. (2000). Taisir al-karim ar-rahman. Darus Salam.
Ath-Thabari, M. J. (2001). Jami’ al-bayan fii ta’wil Al-Qur’an. Darul Hijr.
Bustamam, N., Nisyah, C. C., & Nurhasanah, N. (2024). The relationship between religiosity and emotional regulation in high school (SMA) students in Banda Aceh. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 9(1), 50–60. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v9i1.22608
Cobb, S. (1976). Presidential address—1976: Social support as a moderator of life stress. Psychosomatic Medicine, 38(5), 300–314. https://doi.org/10.1097/00006842-197609000-00003
Fadlilah, A., & Christiani, P. M. L. (2025). Babyblues syndrome in the Quran: A contextual analysis of Surah Maryam verses 21–30. Fahima, 4(1), 37–60. https://doi.org/10.54622/fahima.v4i1.431
Faiz, I. (2022). Terapi postpartum depression menurut al-Qur’an (Kajian Surah Maryam ayat 21–26) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. https://repository.uin-suska.ac.id/61088/
Fitriani, A. (2016). Peran religiusitas dalam meningkatkan psychological well-being. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 11(1), 57–80. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alAdyan/article/view/1437/1153
Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271
Hajar, S. (2024). Konsep mengatasi depresi menurut Surat Maryam dalam perspektif psikologi Islam [Skripsi, UIN Raden Fatah Palembang]. http://repository.radenfatah.ac.id/id/eprint/40268
House, J. S. (1981). Work stress and social support. Addison-Wesley Publishing Company.
Ibnu Katsir. (2000). Tafsir Al-Qur’an al-‘adzim. Darut Thayyibah.
Jaya, Y., & Sufya, D. H. (2023). Spiritualisasi taubat & maaf dalam optimalisasi kesehatan mental. Deepublish Publisher.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.
Rahmawati, A. L. D., & Utami, M. P. (2026). Terapi relaksasi Benson untuk penurunan kecemasan pada ibu postpartum: Studi kasus. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 6(1), 8–16. https://doi.org/10.52298/ihsj.v6i1.166
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069
Safitri, N., Rusli, R. A., Apriyanti, A., Hasanah, U., & Kusnadi, K. (2025). Baby blues syndrome in the Qur’an: A resilience study of Maryam’s story. Jurnal Ushuluddin, 33(1), 40–61. https://doi.org/10.24014/jush.v33i1.35885
Saputra, A., Muhammad, A., Anwar, U., & Priyatmono, B. (2026). The effect of emotional intelligence on emotion regulation among juvenile offenders at LPKA Class I Kutoarjo. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v11i1.32111
Susanto, A. S., & Nurrohim, A. (2025). Mental resilience in the story of Maryam in QS. 19:23–26. Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 895–902. https://doi.org/10.23917/iseth.5478
Zahira, H. N., Idwan, H. F., Ilhami, M. R., Fajariah, M. A., Yusup, R. K., Zamzami, N. Z. A., & Sari, N. (2026). Development and validation of the future-oriented coping scale in a collectivist cultural context. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 11(1), 60–73. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v11i1.33215
Wiradharma, G., Prasetyo, M. A., Arisanty, M., & Anam, K. (2026). Dari zikir tubuh menuju adab sosial: Akulturasi spiritualitas Sufi dalam tari Zapin Melayu. Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah, 4(3), 102–114. https://doi.org/10.38035/jhesm.v4i3.772
Zuhra, F., & Jannah, R. (2026). Islamic approaches to healing: Culturally grounded mental health and psychosocial support in post-conflict Aceh and beyond. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 11(1), 14–28. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v11i1.34096
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nusaibah Rosyidah, Andino Maseleno, Nizma Armila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JHESM berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JHESM.






















