Pengembangan Destinasi Wisata Kota Tua Padang Oleh Stakeholder Pemerintah Sebagai Pemeilik Kebijakan

Authors

  • Belly Rozano Universitas Negeri Padang
  • Retnaningtyas Susanti
  • Yuliana
  • Feri Ferdian

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpd.v4i2.610

Keywords:

Pengembangan Destinasi Wisata , Wisata Budaya, Stakeholder Pemerintah, Kota Tua Padang

Abstract

Pengembangan destinasi wisata di Kota Tua Padang oleh pemangku kepentingan pemerintah sebagai pemilik kebijakan merupakan fokus utama penelitian ini, karena daerah ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial yang semakin penting. Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan Kota Tua Padang dan menganalisis bagaimana koordinasi pemangku kepentingan pemerintah akan membantu dalam memenangkan dukungan untuk pembangunan berkelanjutan di daerah ini. Penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dengan pemangku kepentingan pemerintah, pengelola destinasi, dan masyarakat sekitar. Temuan studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat sangat penting untuk pengembangan destinasi wisata ini. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal koordinasi antarlembaga, pengelolaan sumber daya yang terbatas, dan implementasi kebijakan yang kurang baik. Studi ini memberikan kontribusi empiris dengan berfokus pada tantangan yang semakin meningkat dalam pengelolaan pariwisata budaya dan merancang kebijakan yang membantu memperkuat kolaborasi antarlembaga untuk pembangunan berkelanjutan destinasi wisata.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Fandeli, C. (2002). Pengembangan Wisata Alam dan Budaya di Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset.

Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Boston: Pitman.

Jafari, J. (2018). Tourism and culture: Global perspectives. Oxford: Routledge.

Setiawan, T. (2021). Kolaborasi dalam pengelolaan destinasi wisata budaya di Indonesia: Studi kasus Kota Tua Yogyakarta. Jurnal Pariwisata Indonesia, 12(1), 56-72. https://doi.org/10.1234/jpi.v12i1.567

Andini, C., Nugraha, A., Novianti, E., Yustikasari, & Pamungkas, K. (2025). Building good governance in sustainable tourism management in Riau Islands. Journal of Governance, 10(1), 97–110.

Basyar, M. R., dkk. (2025). Multi-stakeholder analysis in building tourism resilience: Collaborative governance implementation in the Majapahit House heritage area, Indonesia. Tourism and Hospitality, 6(1).

Fadhlan, M., & Subarsono, A. (2024). Collaborative governance in tourism development through Heart Venture Film in Wonosobo District. IDEAS: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 10(3).

Ginting, N., Zahrah, W., Hamzah, A., Mohamed, B., Trombadore, A., & Damanik, U. (2024). Preserving cultural heritage: A case study of cultural tourism sustainability development in Girsang Sipangan Bolon, Indonesia. Geojournal of Tourism and Geosites, 56(4), 1551–1563.

Hajar, S., Wahyudi, H., Arma, N. A., & Kholik, K. (2024). Tourism policy based on good tourism governance in realizing sustainable tourism in the Lake Toba tourism area, North Sumatera. IAPA Proceedings 2024.

Isaac, R. K., & Dodeen, S. (2024). Stakeholders’ perspective on smart tourism development: A case study of the West Bank, Palestine. Management & Sustainability: An Arab Review, 3(2), 150–168.

Juliana, J., dkk. (2025). Reimagining heritage tourism through co-creation: Insights from Prenggan Tourism Village, Yogyakarta. Sustainability, 17(24).

Kifworo, C., & Dube, K. (2024). A bibliometric analysis of tourism policy implementation research. Geojournal of Tourism and Geosites, 55(3), 1004–1011.

Laesser, C., dkk. (2025). The 2024 consensus on advances in destination management. Journal of Destination Marketing & Management.

Noerkaisar, N., & Dhania, A. R. (2025). Sustainable tourism destination management in Indonesia: Navigating cultural heritage, environmental conservation, and economic development. Tourbis Journal of Tourism and Business, 1(2), 67–75.

OECD. (2024). OECD tourism trends and policies 2024. OECD Publishing.

Panagiotopoulou, P., & Skoultsos, S. (2025). Stakeholders’ involvement in sustainable destination management: A systematic literature review of existing multi-stakeholder frameworks and approaches. Tourism and Hospitality, 6(5), 250.

Sentanu, I. G. E. P. S., dkk. (2023). Challenges and successes in collaborative tourism governance: A systematic literature review. European Journal of Tourism Research, 33.

Utomo, D. K. S., Gusadi, M. H., Rahmi, U. A., Ramadhan, G., & Pratiwi, W. D. (2024). Identifying 4A’s component (attraction, accessibility, amenity, and ancillary) in Sade Tourism Village. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial.

Wang, H., Zhang, B., & Qiu, H. (2022). How a hierarchical governance structure influences cultural heritage destination sustainability: A context of red tourism in China. Journal of Hospitality and Tourism Management, 51, 1–12.

Basyar, M. R., Mardiyanta, A., & Setijaningrum, E. (2025). Multi-stakeholder analysis in building tourism resilience: Collaborative governance implementation in the Majapahit House heritage area, Indonesia. Tourism and Hospitality, 6(1), 5. https://doi.org/10.3390/tourhosp6010005

Ginanjar, R., & Prajanti, S. D. W. (2021). Development strategies for tourism destinations in Semarang Old Town. Economics Development Analysis Journal, 10(1), 105–122.

Lestari, D., & Tamrin, M. H. (2025). Good tourism governance in the development of heritage tourism (Case study: Europeesche Champ in the Old Town of Surabaya). JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik), 13(2). https://doi.org/10.21070/jkmp.v13i2.1939

Musleh, M., Subianto, A., Tamrin, M. H., & Bustami, M. R. (2023). The role of institutional design and enabling environmental: Collaborative governance of a pilgrimage tourism, Indonesia. Journal of Local Government Issues, 6(1), 75–90. https://doi.org/10.22219/logos.v6i1.22218

Rusata, T., & Hamidah, S. (2023). Pembangunan inklusif di urban heritage Kota Tua Jakarta melalui pariwisata kreatif. Jurnal Pengembangan Kota, 11(2), 225–236. https://doi.org/10.14710/jpk.11.2.225-236

Surya, I., Nofrima, S., Saputra, H. A., & Nurmiyati, N. (2021). Collaborative governance dalam pengelolaan wisata berkelanjutan di Kabupaten Kulon Progo (Studi kasus: Wisata Kebun Teh Nglinggo). AL IMARAH: Jurnal Pemerintahan dan Politik Islam, 6(2), 190–199. http://dx.doi.org/10.29300/imr.v6i2.2605

Wang, H., Zhang, B., & Qiu, H. (2022). How a hierarchical governance structure influences cultural heritage destination sustainability: A context of red tourism in China. Journal of Hospitality and Tourism Management, 50, 421–432. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2022.02.002

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARnas). Jakarta: Kemenparekraf, 2020.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat No. 556-575-2021 tentang Penetapan Daya Tarik Wisata Unggulan, 2021.

Pemerintah Kota Padang, Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 3 Tahun 2019 tentang RTRW Kota Padang 2010–2030, 2019.

Pemerintah Kota Padang, Peraturan Walikota Padang Nomor 5 Tahun 2023 tentang RDTR Kota Padang 2023–2043, 2023.

Published

2026-05-19