Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Kualitas SOP, dan Pengawasan Internal terhadap Efektivitas Penegakan Peraturan Daerah oleh Satpol PP Kota Batam
DOI:
https://doi.org/10.38035/jmpd.v4i3.754Keywords:
Satpol PP, Penegakan Perda, Kapasitas Sumber Daya Manusia, Kualitas Sop, Pengawasan Internal, Kota BatamAbstract
Penelitian ini menganalisis bagaimana faktor tata kelola internal mempengaruhi efektivitas penegakan Peraturan Daerah (Perda) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam. Penegakan pada level pemerintah daerah tidak memadai bila hanya dipahami sebagai intensitas operasi penertiban, melainkan harus dibaca sebagai kualitas tindakan pemerintahan yang sah secara prosedural, akuntabel, dan defensible sesuai prinsip legalitas serta Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan survei potong lintang. Data dikumpulkan dari 101 aparatur Satpol PP yang terlibat langsung dalam kegiatan penegakan Perda. Pengujian model dilakukan menggunakan PLS SEM untuk mengestimasi pengaruh Human Resource Capacity (HRC), SOP Quality (SOPQ), dan Internal Control (IC) terhadap Effectiveness of Local Regulation Enforcement (EE). Hasil menunjukkan bahwa HRC berpengaruh positif dan signifikan terhadap EE (β=0.435; T=5.281; p=0.000), yang menandakan bahwa penguasaan aturan dan batas kewenangan, keterampilan teknis penertiban, komunikasi persuasif, serta kualitas pemecahan masalah dan diskresi berasosiasi dengan meningkatnya konsistensi tindakan, kepatuhan prosedur dan dokumentasi, ketepatan penanganan, serta persepsi keadilan dan legitimasi penegakan. SOPQ tampil sebagai prediktor paling dominan terhadap EE (β=0.704; T=6.410; p=0.000), menegaskan bahwa SOP yang jelas, lengkap, konsisten, dan auditabel merupakan tuas utama untuk memastikan keseragaman tindakan dan akuntabilitas administratif. Sebaliknya, IC berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EE (β=−0.181; T=2.741; p=0.006), yang mengindikasikan bahwa pengawasan internal yang lebih dirasakan sebagai pemeriksaan administratif dan pelaporan dibanding pengawasan korektif dapat mendorong kepatuhan semu, bukan perbaikan kualitas penegakan. Model menunjukkan daya jelaskan dan relevansi prediktif yang kuat, sehingga efektivitas penegakan Perda di Batam terutama ditentukan oleh kapasitas aparatur dan kualitas prosedur, dengan pengawasan internal perlu direorientasikan menjadi mekanisme korektif berbasis perbaikan berkelanjutan.
References
Batam, B. P. S. K. (2024). Produk Domestik Regional Bruto Kota Batam Menurut Lapangan Usaha 2024. Badan Pusat Statistik Kota Batam.
Browne, E., Gazze, L., Greenstone, M., & Rostapshova, O. (2023). Accountability and the Rule of Law in Local Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 33(2), 254–270. https://doi.org/10.1093/jopart/muac005
Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences. Lawrence Erlbaum Associates.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.
Dwiatmodjo, W. (2023). Tata kelola Satpol PP dan akuntabilitas penegakan hukum di daerah. Jurnal Administrasi Publik Indonesia.
Fretes, C., Ansoleaga, A., & Valencia, M. (2022). Administrative accountability in local governance: Lessons from urban public order enforcement. Public Policy and Administration Review, 10(3), 144–160.
Fretes, V., Ansoleaga, E., & Valencia, R. (2022). Institutional Governance and Public Sector Accountability: Comparative Perspectives. Journal of Governance Studies, 14(3), 211–229. https://doi.org/10.1080/17477891.2022.1854379
Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.
Glorya, E., & Sigit, H. (2019). Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dalam penertiban pedagang kaki lima di kawasan perkotaan. Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2021). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). SAGE Publications.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3 (ed.)). SAGE.
Henseler, J., & Sarstedt, M. (2013). Goodness-of-fit indices for partial least squares path modeling. Computational Statistics.
Indonesia, R. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Kock, N. (2015). Lateral collinearity and misleading results in variance-based SEM. Journal of the Association for Information Systems.
Latan, H., & Noonan, R. (2017). Partial least squares path modeling: Basic concepts, methodological issues, and applications. Springer.
Mahmudi. (2021a). Akuntabilitas dan kinerja birokrasi publik. UII Press.
Mahmudi, A. (2021b). Asas Proporsionalitas dan Penggunaan Kekuatan oleh Aparat Pemerintah. Jurnal Hukum Dan HAM Indonesia, 12(3), 147–165.
Pierri, N., & Lafuente, M. (2022). Good Governance and Public Sector Enforcement. Asian Journal of Law and Society, 9(1), 45–63. https://doi.org/10.1017/als.2021.9
Putriastuti, E., Nasution, R., & Khusna, N. (2024). Internal Control Mechanisms and Accountability in Local Enforcement Agencies. Journal of Administrative Law and Governance, 17(1), 56–74.
Rahmadani, N., & Huda, M. (2021). Evaluasi penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP dalam perspektif kebijakan publik. Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Kebijakan Publik.
Ringle, C. M., Sarstedt, M., Mitchell, R., & Gudergan, S. P. (2020). Partial least squares structural equation modeling in HRM research. The International Journal of Human Resource Management, 31(12), 1617–1643. https://doi.org/10.1080/09585192.2017.1416655
Rukmana, D. (2022). Efektivitas penegakan Peraturan Daerah oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Makassar. Jurnal Ilmu Pemerintahan.
Taherdoost, H. (2022). Validity and reliability of the research instrument: How to test the validation of a questionnaire. SSRN Electronic Journal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lucky Imam Santoso, Rizki Tri Anugrah Bhakti, Indra Sakti, Seftia Azrianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JMPD berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JMPD.























